pengertian negara, warga negara, bangsa, penduduk

  1. Negara

Negara adalah Satu kesatuan organisasi yang didalam nya ada sekelompok manusia (rakyat), wilayah yang permanent (tetap) dan memiliki kekuasaan yang mana di atur oleh pemerintahan yang berdaulat serta memiliki ikatan kerja yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara segala instrument-instrumen yang ada didalam nya dengan kekuasaan yang ada.

Pengertian Negara Secara etimologis, “Negara” berasal dari bahasa asing Staat (Belanda, Jerman), atau State (Inggris). Kata Staat atau State pun berasal dari bahasa Latin, yaitu status atau statum yang berarti “menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat berdiri, dan menempatkan”. Kata status juga diartikan sebagai tegak dan tetap. Dan Niccolo Machiavelli memperkenalkan istilah La Stato yang mengartikan Negara sebagai kekuasaan.

Pengertian Negara Berdasarkan Pendapat Para Ahli :
– Roger F. Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
– Georg Jellinek : Negara merupakan organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berdiam di suatu wilayah tertentu.
– Prof. R. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berbentuk republik yang telah diakui oleh dunia internasional dengan memiliki ratusan juta rakyat, wilayah darat, laut dan udara yang luas serta terdapat organisasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berkuasa.
Fungsi-Fungsi Negara :
1. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat
Negara yang sukses dan maju adalah negara yang bisa membuat masyarakat bahagia secara umum dari sisi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
2. Melaksanakan ketertiban
Untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif dan damani diperlukan pemeliharaan ketertiban umum yang didukung penuh oleh masyarakat.
3. Pertahanan dan keamanan
Negara harus bisa memberi rasa aman serta menjaga dari segala macam gangguan dan ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar.
4. Menegakkan keadilan
Negara membentuk lembaga-lembaga peradilan sebagai tempat warganya meminta keadilan di segala bidang kehidupan.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/arti-definisi-atau-pengertian-negara-dan-fungsi-negara-pendidikan-kewarganegaraan-pkn/

sudah menjadi kodrat alam bahwa manusia sejak dahulu kala selalu hidup bersama-sama dalam suatu kelompok. Dalam kelompok manusia itu mereka berjuang bersama-sama mempertahankan hidupnya : mencari makan, melawan bahaya dan bencana serta melanjutkan keturunan.

Mula-mula kelompok-kelompok manusia itu hidup dari perburuan dank arena itu mereka selalu berpindah-pindah tempat. Kemudian oleh perkembangan peradaban,mereka mulai hidup menetap pada suatu tempat tertentu karena mereka telah mulai mengenal peternakan dan bercocok tanam.

Untuk mempertahankan hak hidup mereka pada tempat tinggal yang mereka anggap baik untuk sember penghidupan bagi kelompoknya, diperlukan seseorang atau sekelompok kecil orang-orang yang ditugaskan mengatur dan memimpin kelompoknya.

Tentang terjadinya atas timbulnya sesuatu Negara dapat dikemukakanbeberapa teori yang antara lain sebagai berikut :

  1. Teori Kenyataan : Timbulnya sesuatu negara itu adalah soal kenyataan. Apabila pada suatu ketika telah terpenuhi unsur-unsur negara, maka pada saat itu juga negara menjadi suatu kenyataan.
  2. Teori Ketuhanan : Timbulnya negara itu adalah atas kehendak Tuhan. Segala sesuatu tidak akan terjadi apabila Tuhan tidak memperkenankannya.
  3. Teori Perjanjian : negara itu timbul karena perjanjianyang diadakan antara orang-orang yang tadinya hidup bebas merdeka.
  4. Teori Penaklukan : negara itu timbul karena serombongan manusia menaklukan daerah dan manusia lain.

H. Hartomo, Arnicun Aziz, Tanpa tahun, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta, Bumi Aksara.

  1. Warga Negara

Warga Negara adalah orang yang terkait dengan sistem hukum Negara dan mendapat perlindungan Negara.

Warga Negara secara umum ada Anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya.

Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah : Orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebagai warga Negara.

Warga negara adalah orang yg tinggal di dalam sebuah negara dan mengakui semua peraturan yg terkandung di dalam negara tersebut.

Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan (nationality). Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

Warga negara dapat terdiri dari penduduk dan bukan penduduk, Contohnya warga negara Indonesia yang penduduk Indonesia adalah mereka yang berdomisili di wilayah Indonesia dan mereka yang berada di luar negri yang sifatnya sementara (6 bulan). Sedangkan warga negara Indonesia yang bukan penduduk Indonesia adalah warga negara Indonesia yang sedang melakukan tugas sebagai dua bangsa di luar negri atau di negara-negara sahabat

Warga negara Asing dapat terdiri dari penduduk dan bukan penduduk. Contohnya Warga negara asing yang penduduk Indonesia adalah WNA yang menjalani tugas sebagai duta atau diplomat negara-negara sahabat di Indonesia. Sedangkan WNA yang bukan penduduk Indonesia adalah warga negara asing yang berada di Indonesia, yang sifatnya sementara (kurang dari 6 bulan). Misalnya para turis asing. Perbedaan antara warga negara dan warga negara asing berkaitan dengan statusnya dalam kehidupan suatu negara, membawa konsekuensi lahirnya perbedaan hak dan kewajiban yang mereka miliki masing-masing dihadapan negara di mana mereka berada.

Sekilas Sejarah Perkembangan Hak-hak Warga Negara

Di negara yang modern sekarang ini, hak-hak rakyat, baik sebagai manusia, maupun sebagai warga negara umumnya telah dilindungi dan dijamin dalam undang-undang negara-negara itu.

Dahulu, waktu zaman kerajaan-kerajaan absolut, rakyat hanya menjadi obyek (sasaran) negara (raja) belaka. Raja-raja mengatur pemerintah untuk kepentingan sendiri. Kepentingan dan hak rakyat tidak mendapat perhatian.

Akhirnya rakyat sadar akan hak-hak dan setelah berhasilnya beberapa revolusi yang menurut hak rakyat, sampailah kini umumnya semua warga negara menjadi subyek (pokok) dalam negaranya. Maksudnya warga negaralah yang memegang kekuasaan tertinggi.

Hak Warga Negara Republik Indonesia

Hak-hak dasar warga negara Republik Indonesia telah tercantum dalam UUD 1945 antara hak-hak dasar itu :

  • Hak politik : pasal 1 (2), pasal 2, pasal 3, pasal 19, 20, 22, dan pasal 28.
  • Hak ekonomi : pasal 23, dan pasal 27.
  • Hak sosial : pasal 33, dan pasal 34.
  • Hak dibidang kebudayaan : pasal 29, pasal 31, dan32

H. Hartomo, Arnicun Aziz, Tanpa tahun, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta, Bumi Aksara.

  1. Bangsa

Apa itu Bangsa?
Bangsa (politis) adalah kumpulan masyarakat yang membentuk suatu negara karena dipersatukan oleh cita-cita yang sama.
Rakyat (sosiologis) :
Kelompok paguyuban yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dalam suatu negara karena persamaan nasib ( senasib sepenanggungan)

Bangsa adalah suatu komunitas etnik yang cirri-cirinya adalah: memiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhur bersama, kenangan bersama, satu atau beberapa budaya yang sama dan solidaritas tertentu. Bangsa juga merupakan doktrin etika dan filsafat, dan merupakan awal dari ideology nasionalisme.

Berikut pendapat beberapa para ahli tentang pengertian bangsa :

  • Ernest Renan (Perancis) : Bangsa adalah suatu nyawa, suatu akal yang terjadi dari 2 hal, yaitu rakyat yang harus hidup bersama-sama menjalankan satu riwayat, dan rakyatyang kemudian harus mempunyai kemauan atau keinginan hidup untuk menjadi satu.
  • Otto Bauer (Jerman) : Bangsa adalah kelompok manusia yag memiliki kesamaan karakter. Karakteristik tumbuh karena adanya persamaan nasib.
  • F. Ratzel (Jerman) : Bangsa terbetuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya (paham geopolitik).

Jadi dari definisi diatas, bangsa adalah suatu kelompok manusia yang memiliki karakteristik dan ciri yang sama (nama, budaya, adat), yang bertempat tinggal di suatu wilayah yang telah dikuasai nya atas sebuah persatuan yang timbul dari rasa nasionalisme serta rasa solidaritas dari sekumpulan manusia tersebut serta mengakui negaranya sebagai tanah airnya.

  1. Penduduk

Penduduk adalah mereka yang berhak tinggal di daerah, dengan syarat orang tersebut harus memiliki surat resmi untuk tinggal ditempat tersebut.

Penduduk adalah mereka yang tinggal beberapa lama bertempat kedudukan di daerah suatu negara.

Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Penduduk adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama. Masyarakat merupakan negara jika cara hidup yang harus ditaati – baik oleh individu maupun asosiasi-asosiasi – ditentukan oleh suatu wewenang yang bersifat memaksa dan mengikat mereka semua).

Di Indonesia sangat banyak sekali kebudayaan-kebudayaan daerah, kebudayaan itu timbul akibat dari perbedaan-perbedaan yang ada, seperti lagu-lagu daerah, tarian-tarian daerah, rumah adat daerah, suku-suku, dan alat musik daerah lainnya beserta adat istiadatnya masing-masing. Tapi yang akan kita diskusikan pada pertemuan kali ini ialah tentang suku-suku yang ada di Indonesia.
Indonesia dikenal sebagai negara yang disusun oleh beragam suku bangsa. Di Indonesia sangat banyak sekali suku-suku, seperti suku Aceh, Ulu Sungkil Karo, Batak, Nias, Minang, Pilang Guci, Ogan, Rejang, Sakai, Anak Dalam, Bajau, Penghulu, Kubu, Pasemah, Lampung, Enggoro, Betawi, Banten, Sunda, Badui, Jawa, Samin, Karimun, Tengger, Madura, Bali, Bima, Sasak, Sabu, Sumba, Melayu, Dayak, Punan, Kayan, Tidung, Maanyan, Dayak, Banjar, Gorontalo, Minahasa, dan masih banyak lagi suku-suku yang belum kami sebutkan seperti suku yang berada di Pulau Irian Jaya yaitu, Asmat, Dani, Blak dan lain-lain.
Dan yang membedakan suatu suku dengan suku lainnya adalah bahasa. Bahasa sebagai wujud kebudayaan ternyata terbukti ampuh merangkum dan menghimpun banyak orang dalam satu ikatan suku bangsa. Paling tidak bahasa mampu menguatkan kesadaran kelompok.
Tapi kami tidak akan menerangkan semuanya, sebab di Indonesia ini sangat banyak sekali suku-sukunya sehingga tidak mungkin bagi kami untuk menjelaskan semuanya itu.

Menurut catatan Geohive (sebuah situs statisik kependudukan dunia) jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga tanggal 30 Januari 2007 berjumlah 6.647.186.407 (enam milyar enam ratus empat puluh tujuh juta seratus delapan puluh enam ribu empat ratus tujuh) jiwa. Dan kita negara Indonesia berada di urutan ke-4 penduduk terbanyak dunia setelah Cina, India dan Amerika dengan jumlah penduduk sebanyak 236.355.303 jiwa. Berikut lima besar negera dengan penduduk terbanyak di dunia:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: