Ketahanan Nasional pada Aspek Politik

Sebelum kita memaknai politik dalam ruang lingkup agama, adanya kita harus perlu untuk mengetahui apa definisi serta maksud tujuan dari politik itu sendiri. Aristoteles mendefinisikan bahwa yang dimaksudkan politik adalah usaha yang ditempuh warga negara yang bertujuan untuk mewujudkan maslahat bersama. Selain itu ada juga yang mengartikan politik itu adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Anggapan lain mengatakan politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Akan tetapi definisi yang lebih tepat lagi mengatakan bahwa politik adalah suatu alat untuk membentuk dan membagi kekuasaan dalam koridor masyarakat. Khususnya dalam negara, politik berwujud sebagai pembuat keputusan.

Apapun aspek yang ada dalam dunia agama, tentu sangat banyak sekali berbagai macam potensi pengetahuan yang layak untuk dipelajari, khususnya pada agama Islam. Islam selaku sebagai agama dan ideologi yang kaffah, dapat mengakomodir segala macam bahasan yang tak lapuk dimakan usia. Seperti contoh tentang aspek teologi, tasawuf dan juga filsafatnya yang terkenal, yang dikuasai oleh orang-orang yang benar-benar qualified. Maka dari ini semua, Islam sempat menjadi poros pengetahuan dunia dan menjadi kiblat pengetahuan dunia.

Terkait dengan politik dalam Islam itu sendiri, maka kita dapat mengetahui bahwa beberapa opini mengatakan, yakni politik dalam dunia Islam terkait atas aspek teologi. Beberapa di antaranya ada yang mengatakan bahwa teologi yang mempengaruhi politik, ada yang mengatakan bahwa politik yang mempengaruhi teologi, dan juga ada yang mengatakan keduanya saling mempengaruhi. Pendapat ini dapat kita lihat pada permasalahan perpecahan umat yang paling awal, yakni pada peristiwa Saqifah Bani Sa’idah.

Tentu dampaknya dapat kita lihat dan sudah tidak menjadi asing lagi. Beberapa contohnya adalah pemusnahan makam-makam keluarga dan sahabat Nabi dan yang awalnya dihias sebegitu megah pada dinasti Turki ‘Usmani yang kemudian dihancurkan karena mereka yakini itu sebagai bid’ah, dilarangnya untuk berziarah ke makam Rasulullah saww dan sembunyi-sembunyinya beberapa aliran-aliran tasawuf atas kegiatannya.

Semua ini adalah beberapa contoh dari watak politik yang sebenarnya telah membebek kepada aliran-aliran teologi dalam Islam. Betapapun telah kita ketahui bahwa politik adalah alat untuk membentuk dan membagi kekuasaan dalam koridor masyarakat, akan tetapi politik tidak dapat lepas dari pengaruh teologi dalam agama.

GLOBALISASI

Globalisasi adalah sebuah gagasan menarik, namun dalam perkembangannya ia memperlihatkan banyak paradoks. Definisi tentangnya juga sangat aneka ragam. Kadang ia dipadankan dengan globalisme. Seperti globalisme, tak jarang pula ia dikaitkan dengan modernisme dan modernitas, suatu keharusan sejarah agar suatu masyarakat negara dianggap maju. Dilihat dari perjalanan sejarahnya yang panjang, ia kerap diartikan sebagai perluasan kapitalisme.

Tentang kehadiran globalisasi ada perumpamaan menarik, yaitu dalam parabel Kafka Metamorphosis: Seorang pemuda pada suatu pagi bangun tidur dan melihat dirinya telah berubah bentuk menjadi seekor kecoa raksasa. Keluarganya mula-mula terkejut dan heran, namun perlahan-lahan dapat memahami, walaupun tak jarang waswas dan sering melontarkan makian. Namun pada akhirnya dengan terpaksa mereka menerimanya juga dan tidak mempersoalkan lagi keberadaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: