Nama : Indah Puri Amelia
kelas / Npm : 4EA03 / 10208636
Tugas3 Bahasa Inggris Bisnis2
1. While she was trying to read, her friend was practicing the piano.
49. He left Italy by plane yesterday.
Nama : Indah Puri Amelia
kelas / Npm : 4EA03 / 10208636
Tugas3 Bahasa Inggris Bisnis2
1. While she was trying to read, her friend was practicing the piano.
49. He left Italy by plane yesterday.
Nama : Indah Puri Amelia
Npm : 10208636
Kelas : 4EA03
Exercise 4
Exercise 10
Exercise 11
verbs and nouns business
Management (nouns)
Management (verb)
1 Cocok Dengan (Fit Into)
2 Menetapkan (Establish)
3 Melanjutkan (Move On)
4 Merevisi (Revise)
5 Mengalokasi (Allocate)
6 Mencapai (Attain)
7 Membimbing (Guide)
8 Memotivasi (Motivate)
9 Belenggu (Shackle)
10 Mengelola (Berhasil)
11 Mengelola (Kontrol)
12 Menganalisa(Analyze)
13 Menyetujui (Approve)
14 Mengatur (Set)
15 Menyeimbangkan (Balance)
16 Memeriksa (Check)
17 Menghubungkan (Connect)
18 Mempertimbangkan (Consider)
19 Membimbing (Guide)
20 Menginstruksikan (Instruct)
21 Memproduksi (Produce)
Banking (nouns)
1. guarantor = penjamin
2. underwriter = penjamin emisi
3. trustee = wali amanat
4. dealer = pedagang efek
5. travelers cheque = cek wisata/cek perjalanan
6. bank card = kartu kredit
7. collection= inkaso
8. checking account = rekening koran
9. receipt = kwitansi
10. teller = kasir
11. building =gedung
12. time deposit = simpanan deposito
13. demand deposit =simpanan giro
14. interest = bunga
15. cash loan = pinjaman tunai
16. saving deposit = tabungan
17. currency = mata uang
18. cheque = cek
19. cross cheque = cek silang
20. bank central = bank sentral
21. Asset = kekayaan
22. land = tanah
23. safe deposit box = mediatemapt penyimpanan surat-surat berhrag yang disewa
24. bank note = uang kertas atau penukaran vala
Management (nouns)
1 Manajemen (Management)
2 Waktu (time)
3 Konsultasi Manajemen (Management Consulting)
4 Manajer (Manager)
5 Manajer Perempuan (Women Managers)
6 Penetapan Staff (Staffing)
7 Produksi (Production)
8 Tim (Team)
9 Fungsi (Function)
10 Kepemimpinan (Leadership)
11 Belenggu (Shackle)
12 Pengawasan (Supervision)
13 Posisi Manajer Pria (Position Male Managers)
14 Fase/Tahap (Phase)
15 Mapan (Established)
16 Tujuan (Goal)
17 Perbuatan (Conduct)
18 Keadilan (Justice)
19 Ekonomi (Economics)
20 Informasi (Information)
21 Arahan (Direction)
22 Kemajuan(progress)
Accounting (nouns)
1. tim (team)
2. gaji (Salary)
3. prosedur (procedure)
4 fungsi (Function)
5. keagenan (agency)
6. laporan keuangan (financial statement)
7. manajer (manager)
8. ongkos (fee)
9. status (status)
10. pihak (party)
Accounting (verb)
1 menganalisa (analyzed)
2 mengumumkan (announced)
3 menjawab (answer)
4 melampirkan (attach)
5 menghitung (count)
6 membandingkan (compares the)
7 siklus (cycles)
8 menyampaikan (delivered)
9 memeriksa (check)
10 enggambarkan (illustrates)
11 menemukan (found)
12memberitahukan (notify)
13 mencatat (records)
14 menyampaikan (communicate)
15 memantau (monitor)
16 mencerminkan (reflect)
17 memungkinkan (allow)
18 memperoleh (earn)
19 memenuhi (fulfill)
20 mempekerjakan (hire)
Marketing (nouns)
1. Pemasaran (Marketing)
2. Sasaran (Objective)
3.Unsur (Element)
4.Transaksi (Transaction)
5.Pilihan (Option)
6. Pesaing (Competitor)
7. Pemimpin Harga (Price Leader)
8. Saluran (Channel Of)
9. Distribusi (Distribution)
10. Pedagang Besar (Wholesaler)
11. Pedagang Kecil (Small Traders)
12. Pengecer (Retailer)
13. Promosi (Promotion)
14. Hubungan (Relationships)
15. Pesanan (Order)
16l Harga (Price)
17. Pesaing (Competitor)
18. Pembeli (Buyers)
19. Konsumen (Customer)
20. Empat P (The Four P’s)
Marketing (verbs)
1 .memenuhi (satisfy)
2. mencapai (achieve)
3.menjamin (insure)
4. menagih (charge)
5. menetapkan harga (price)
6. terjadi (occurs)
7. menasehati (advise)
8. mampu (capable)
9. menggoda (tease)
10. menyelesaikan (complete)
11. mengumpulkan (collect)
12. menyebarkan (spread)
13. menyampaikan (communicate)
14. mendeteksi (detect)
15. memaksa (force)
16. mengejar (chase)
17. menyarankan (suggest)
18. menjawab (answer)
19. menawarkan (offer)
20. mendengarkan (listen)
Banking (verb)
1. accept = menyetujui/menerima
2. circulate = menedarkan
3. take = mengambil
4. push =mendorong
5. offer =menawarkan
6. watch = menjaga
7.pull =menarik
8. visit = berkunjung
9.servis = pelayanan
10. rent = menyewakan
11. pay = membayar
12.keep = menyimpan
13. believe = percaya
14. borrow = meminjam
15. cancel = membatalkan
16. queue = mengantri
17. complain = mengeluh
18. wait = menunggu
19. lend = meminjamkan
20. change = menukarkan
NAMA : Indah Puri Amelia
NPM/ KELAS : 10208636 / 4EA03
ETIKA BISNIS DAN ISU TERKAIT
Menurut kamus, istilah etika memiliki beragam makna berbeda. Salah satu maknanya adalah “prinsip tingkah laku yang mengatur individu dan kelompok”. Makna kedua menurut kamus – lebih penting – etika adalah “kajian moralitas”. Tapi meskipun etika berkaitan dengan moralitas, namun tidak sama persis dengan moralitas. Etika adalah semacam penelaahan, baik aktivitas penelaahan maupun hasil penelaahan itu sendiri, sedangkan moralitas merupakan subjek.
Etika
Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar, yaitu apakah didukung dengan penalaran yang bagus atau jelek.
Etika merupakan penelaahan standar moral, proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut.
Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.
Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.
Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Penerapan Etika pada Organisasi Perusahaan
Dapatkan pengertian moral seperti tanggung jawab, perbuatan yang salah dan kewajiban diterapkan terhadap kelompok seperti perusahaan, ataukah pada orang (individu) sebagai perilaku moral yang nyata?
Ada dua pandangan yang muncul atas masalah ini :
Dalam etika bisnis berlaku prinsip-prinsip yang seharusnya dipatuhi oleh para pelaku bisnis. Prinsip dimaksud adalah :
1.Prinsip Otonomi, yaitu kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
2.Prinsip Kejujuran, bisnis tidak akan bertahan lama apabila tidak berlandaskan kejujuran karena kejujuran merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis (missal, kejujuran dalam pelaksanaan kontrak, kejujuran terhadap konsumen, kejujuran dalam hubungan kerja dan lain-lain).
3.Prinsip Keadilan, bahwa tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
4.Prinsip Saling Mengutungkan, agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif.
5.Prinsip Integritas Moral, prinsip ini merupakan dasar dalam berbisnis dimana para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha bisnis mereka harus menjaga nama baik perusahaan agar tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.
Penerapan etika bisnis sangat penting terutama dalam menghadapi era pasar bebas dimana perusahaan-perusahaan harus dapat bersaing berhadapan dengan kekuatan perusahaan asing. Perusahaan asing ini biasanya memiliki kekuatan yang lebih terutama mengenai bidang SDM, Manajemen, Modal dan Teknologi.
Kesimpulan
Karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia, indivdu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral.
http://adesyams.blogspot.com/2009/09/tentang-etika-bisnis.html
http://rkarinanovianaputri.blogspot.com/2009/10/minggu-18-oktober-2009-makalah-etika.html
http://rkarinanovianaputri.blogspot.com/2009/10/minggu-18-oktober-2009-makalah-etika.html
http://adesyams.blogspot.com/2009/09/tentang-etika-bisnis.html
Kepribadian dan Gaya Hidup
Indah Puri Amelia
3EA03 / 10208636
Pengertian Kepribadian
Kepribadian adalah karakteristik psikologis seseorang yang menentukan dan merefleksikan bagaimana seseorang merespon lingkungannya (Schiffman & Kanuk , 2000). Berdasarkan definisi ini maka bisa disimpulkan bahwa yang ditekankan adalah karakter-karakter internal termasuk didalamnya berbagai atribut, sifat, tindakan yang membedakannya dengan orang lain..Kepribadian bisa dijelaskan dengan menggunakan ciri-ciri seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, ketaatan, kemampuan bersosialisasi, daya tahan dan kemampuan beradaptasi. Dalam kepribadian orang tersebut terdapat nilai-nilai positif yang selalu memberikan energi positif terhadap paradigma dalam menghadapi tantangan dan cobaan kehidupan. Sebaliknya, seseorang dengan kepribadian yang rendah adalah seseorang yang selalu dilingkupi dengan kegagalan. Sebab pada diri seseorang tersebut mengalir energi-energi negatif yang terhadap paradigma dalam menghadapi tantangan dan cobaan kehidupan.
Secara praktis konsep kepribadian dapat didifinisikan sebagai seperangkat pola perasaan, pemikiran dan perilaku yang unik yang menjadi standar respon konsumen untuk berbagai situasi.
Pola ini memiliki beberapa ciri khas yaitu :
Personality seseorang, ditentukan oleh tiga hal yang saling mendukung satu sama lain, dan merupakan satu kesatuan,yakni,
Pengertian Gaya Hidup
Gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku.Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang dimasyarakat sekarang misalnya gaya hidup hedonis, gaya hidup metropolis, gaya hidup global dan lain sebagainya.
Adler (dalam Hall & Lindzey, 1985) menyatakan bahwa gaya hidup adalah hal yang paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan 3 hal utama dalam kehidupan yaitu pekerjaan, persahabatan, dan cinta.
Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Ada orang yang senang mencari hiburan bersama kawan-kawannya, ada yang senang menyendiri, ada yang bepergian bersama keluarga, berbelanja, melakukan kativitas yang dinamis, dan ada pula yang memiliki dan waktu luang dan uang berlebih untuk kegiatan sosial-keagamaan. Gaya hidup dapat mempengaruhi perilaku seseorang, dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang .
Orang yang berasal dari subkultur, kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat, akan dapat membantu untuk memahami nilai-nilai kosnumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen.
Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka, apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga di dunia sekitarnya.Perubahan gaya hidup membawa implikasi pada perubahan selera (selera pria dan wanita berbeda), kebiasan dan perilaku pembelian.perubahan lain yang terjadi adalah meningkatnya keinginan untuk menikmati hidup.
Manfaat jika memahami gaya hidup konsumen :
1. pemasar dapat menggunakan gaya hidup konsumen untuk melakukan segmentasi pasar sasaran.
2. pemahaman gaya hidup konsumen juga akan membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan.
3. jika gaya hidup diketahui, maka pemasar dapat menempatkan iklannya pada media-media yang paling cocok
4. mengetahui gaya hidup konsumen, berarti pemasar bisa mengembangkan produk sesuai dengan tuntutan gaya hidup mereka.
Hubungan keduanya dalam perilaku konsumen
Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli..Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu.Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang ).
Kesimpulan : Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan “seseorang secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang.
http://andreassetiadi.blogspot.com/2010/03/hubungan-kepribadian-gaya-hidup-dalam.html
Indah Puri Amelia
3EAo3 / 10208636
Strategi Di dalam Targeting
Pengertian Strategi
Strategi adalah ilmu dan seni menggunakan kemampuan bersama sumber daya dan lingkungan secara efektif yang terbaik.
Ada empat unsur penting dalam pengertian strategi,yaitu:
Empat unsur tersebut, sedemikian rupa disatukan secara rasional dan indah sehingga muncul beberapa alternatif pilihan yang kemudian dievaluasi dan diambil yang terbaik. Rumusan strategi tidak selalu memberikan informasi apa yang akan dilakukan, mengapa dilakukan demikian, siapa yang bertanggung jawaban mengoperasionalkan, berapa besar biaya dan lama waktu pelaksanaan, hasil apa yang akan diperoleh.
Salah satu pertimbangan internal penentu strategi yang terpenting adalah apakah perusahaan memiliki sumber daya, kompetensi dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi dengan optimal. Faktor-faktor inilah yang memungkinkan perusahaan untuk memperbesar penguasaan pasar, mendukung daya kompetitif perusahaan dalam arena pasar, dan menjadi dasar strategi perusahaan.
Maksud dari menetapkan tujuan adalah untuk mengkonversi pernyataan visi dan misi managerial menjadi target kinerja spesifik – hasil dan keluaran yang ingin dicapai organisasi. Menetapkan tujuan dan kemudian mengukur apakah mereka telah mencapainya atau belum dapat membantu manajer untuk mengikuti perkembangan organisasi.
Menetapkan sasaran atau tujuan kinerja diperlukan dari seluruh manajer. Setiap unit dalam perusahaan memerlukan target yang konkret dan kinerja yang dapat diukur dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Disini tujuan perusahaan yang luas diperinci menjadi target-target khusus untuk setiap unit organisasi dan manajer di level yang lebih rendah memegang tanggung jawab untuk mencapainya. Dengan demikian diharapkan, iklim yang berorientasi hasil (result oriented culture) akan terbentuk di seluruh perusahaan.
Akhirnya tidak terlupa keberadaan strategi pun harus konsisten dengan lingkungan, mempunyai alternatif strategi, fokus keunggulan dan menyeluruh, mempertimbangkan kehadiran risiko, serta dilengkapi tanggung jawab sosial.
Targeting
Menurut Hermawan Kertajaya memfokuskan diri membahas mengenai targeting. Dalam menjalankan usaha, seseorang atau perusahaan sudah melakukan segmentasi dan kemudian menentukan segmen mana yang akan disasar oleh produk yang ia hasilkan. Segmen tersebut kemudian akan menjadi fokus dalam menentukan berbagai strategi yang akan diterapkan untuk memenangkan persaingan.
Hermawan menekankan pentingnya mempunyai target yang jelas. Hal ini karena strategi targeting yang tepat membuat Anda mampu mengalokasikan sumber daya secara efektif. Jika Anda bisa melakukannya dengan baik, sumber daya yang Anda miliki akan memberikan hasil yang menguntungkan bagi perusahaan Anda.
Setelah memiliki target yang jelas, efisiensi dalam pengelolaan sumber daya juga harus dilakukan. Hal ini yang harus dilakukan dengan menekan pengeluaran atau melakukan strategi tersebut secepat mungkin. Namun, penekanan anggaran ini harus dilakukan tanpa mengakibatkan proses berjalannya strategi Anda menjadi tidak efektif.
http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=Popular&topik=10&id=44
kesimpulan : Strategi yang ditetapkan tidak boleh mengabaikan tujuan, kemampuan, sumber daya, dan lingkungan. Keberadaan strategi mempunyai jangka waktu relatif panjang. Hal tersebut, menyiratkan prediksi perubahan lingkungan penting memperoleh perhatian. misalnya mendefinisikan strategi sebagai arah dan cakupan jangka panjang organisasi untuk mendapatkan keunggulan
INDAH PURI AMELIA
3EA03 / 10208636
SYARAT-SYARAT SEGMENTASI YANG EFEKTIF
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok (bagian) dapat dipilih sebagai pasar yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut :
1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
Manfaat Segmentasi Pasar
Sedangakan manfaat dari segmentasi pasar adalah:
a. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan- kesempatan pemasaran.
b. Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
c. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya
http://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/
Ada beberapa bentuk riset pemasaran yang dapat dipertimbangkan, yang dikelompokkan ke dalam empat jenis dasar, yaitu:
1. Riset pemasaran perlu dipahami sebagai sebuah input. Riset bukanlah hasil akhir yang kita inginkan, data riset justru berfungsi sebagai input yang akan kita olah lebih lanjut sesuai dengan tujuan dan kebutuhan kita. Contohnya, apabila kita melakukan riset pemasaran sebelum meluncurkan produk baru, riset bukanlah penentu apakah kita akan memasarkan produk tersebut atau tidak. Riset merupakan input yang nantinya akan kita olah menjadi strategi pemasaran.
Jadi, pendapat saya di sini Pada dasarnya, informasi inilah yang seringkali kita tanggapi secara emosional, hal ini sebenarnya dapat dipahami, karena secara psikologis hasil riset terhadap produk kita seringkali seperti memaksa kita untuk bercermin saat kondisi kita tidak dalam keadaan prima.
Riset pemasaran berkaitan dengan proses pemasaran secara keseluruhan. (riset pasar adalah riset tentang pasar).
http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/07/23/73376/memanfaatkan-data-riset-pemasaran
3ea03
Ada beberapa bentuk riset pemasaran yang dapat dipertimbangkan, yang dikelompokkan ke dalam empat jenis dasar, yaitu:
1. Riset pemasaran perlu dipahami sebagai sebuah input. Riset bukanlah hasil akhir yang kita inginkan, data riset justru berfungsi sebagai input yang akan kita olah lebih lanjut sesuai dengan tujuan dan kebutuhan kita. Contohnya, apabila kita melakukan riset pemasaran sebelum meluncurkan produk baru, riset bukanlah penentu apakah kita akan memasarkan produk tersebut atau tidak. Riset merupakan input yang nantinya akan kita olah menjadi strategi pemasaran.
Jadi, pendapat saya di sini Pada dasarnya, informasi inilah yang seringkali kita tanggapi secara emosional, hal ini sebenarnya dapat dipahami, karena secara psikologis hasil riset terhadap produk kita seringkali seperti memaksa kita untuk bercermin saat kondisi kita tidak dalam keadaan prima.
Riset pemasaran berkaitan dengan proses pemasaran secara keseluruhan. (riset pasar adalah riset tentang pasar).
http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/07/23/73376/memanfaatkan-data-riset-pemasaran